SURAT EDARAN
No.: 084/SINODE/GMII-G/III/2020

Tentang

DUKUNGAN MAJELIS SINODE GEREJA MISI INJILI INDONESIA (GMII)
ATAS KEBIJAKAN SOSIAL DISTANCE OLEH PEMERINTAH

 

Pemerintah telah melakukan kebijakan untuk menghambat Penyebaran virus corona (covid-19) yang begitu cepat dan massif. Bahwa epidemik covid-19 adalah bencana non alam, kebijakan social distance adalah cara terbaik guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, Pemerintah telah menetapkan Zona Merah wilayah yang dikatagorikan parah penyebaran dan menimbulkan korban yaitu: JABODETABEK, Bandung dan kota besar di Pulau Jawa serta beberapa kota lain di Indonesia, Pontianak, Manado dan Bali. Dalam perkembangan hingga hari ini tanggal 19 Maret 2020 pasien terpapar covid-19 terus bertambah mencapai 309 orang. Gereja anggota PGI telah dihimbau untuk memerhatikan dan melaksanakan program social distancing.

Dalam rangka mendukung Kebijakan Pemerintah tersebut maka Gereja GMII sebagai bagian dari Bangsa patut turut bergumul bersama dengan Pemerintah untuk menyelesaikan persoalan bangsa, sebab Gereja hadir untuk menjadi garam yang menggarami dan terang yang bercahaya. Oleh karenanya melalui Surat Edaran ini Kami minta untuk memerhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kita tetap tenang dan tidak panik, sambil melaksanakan pola hidup yang sehat dan bersih, salah satu yang dapat menjadi pedomanya adalah yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan RI
  2. Semua Jemaat GMII di seluruh Indonesia yang berada di Zona Merah seperti disebut di atas supaya melakukan Ibadah Minggu di rumah masing-masing yaitu, pada hari Minggu, tanggal 22 dan 29 Maret 2020.
  3. Bagi Jemaat GMII yang di kota besar, yang tidak termasuk Zona Merah diberi kebebasan jika dipandang baik dapat melakukan hal yang sama dengan jemaat di Zona Merah.
  4. Gembala dapat membuat liturgi ibadah, sesuai kondisi bahwa ibadahnya berupa ibadah keluarga.
  5. Gembala menyiapkan khotbah tertulis untuk dibacakan waktu ibadah atau dengan cara lain seperti yang disebut untuk menjawab kebutuhan jemaat.
  6. Hal-hal lain menyangkut puji-pijian, doa persembahan dapat diatur sesuai situasi atau keadaan.
  7. Terus mengikuti perkembangan, menaikan doa agar Tuhan menjaga kita dan bagi Bangsa dan Pemimpin kita agar terus diberi hikmat dan kekuatan untuk menanggulangi penyebaaran covid-19.

Edaran ini penting sebab menyangkut kepatuhan kepada Pemerintah selaku Hamba Allah, kepedulian atas persoalan kemanusiaan demi keselamatan orang banyak serta kesaksian Gereja di tengah masyarakat  sehingga tidak menjadi batu sandungan, bahwa Gereja dipandang taat dan bukan melawan Pemerintah.

Demikian Surat Edaran ini dibuat untuk dilaksanakan, atas kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih. Tuhan Yesus Kepala Gereja memberkati kita.

 

Jakarta, 19 Maret 2020
Salam Kasih dan Doa
MAJELIS SINODE GEREJA MISI INJIL INDONESIA (GMII)

Pdt. Dr. Jesias Frits Palandi                                   Pdt. Selvanus Tuhumena S.Th. M.A

Ketua Umum                                                                Sekretaris Umum

 

Arsip

Klik disini untuk mendownload link surat edaran resmi

Categories: News